Taura Syndrome Virus (Tsv)

Taura Syndrome Virus (Tsv)

Penyebab

Taura syndrome virus, Family Picornaviridae


Biologi - Ekologi Patogen

  1. TSV merupakan virus yang menginfeksi udang vaname dan rostris (L. stylirostris).
  2. TSV pada umumnya menyerang pada umur 14 - 40 hari setelah penebaran di tambak, dengan tingkat kematian mencapai 95%.
  3. Apabila penyakit terdeteksi pada umur 30 hari pertama, berarti infeksi berasal dari induk (vertikal), jika lebih dari 60 hari berarti infeksi berasal dari lingkungan (horisontal)


Gejala klinis

  1. TSV umumnya menyerang fase pembenihan udang pada bobot 0,1 - 5 gram.
  2. Fase infeksi pre akut atau akut ditandai dengan udang biasanya terlihat merah pucat dan kipas ekornya terlihat merah terang. Udang juga akan menjadi letargik, yang menunjukkan gejala anoreksia serta cangkangnya melunak.
  3. Jika infeksinya parah dapat menyebabkan kematian, terutama pada saat terjadi molting yang menyebabkan kematian mencapai 80 - 95%.


Udang yang terinfeksi Taura Syndrome Virus (TSV)


Diagnosa

  1. Isolasi virus
  2. Identifikasi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction)


Pengendalian

  1. Pencegahan masuknya TSV melalui berbagai jalur (konsep biosekuriti).
  2. Skrining induk
  3. Eradiksi TSV di air pada wadah budidaya.
  4. Virion TSV masih infektif pada udang mati (karkas) sekitar 21 hari. Karkas akan melepaskan jutaan virion ke lingkungan perairan dan bertahan sampai dengan empat hari. Oleh karena itu, air budidaya perlu didesinfeksi dengan menggunakan klorin (30 ppm) dan dibiarkan selama tujuh hari.
  5. Pemusnahan media pembawa TSV dan pengelolaan kesehatan lingkungan budidaya