Infectious Myonecrosis Virus (Imnv)

Infectious Myonecrosis Virus (Imnv)

Penyebab

Infectious Myonecrosis Virus (Imnv)


Biologi-Ekologi Patogen

  1. IMNV merupakan virus yang menginfeksi udang putih atau udang vaname.
  2. IMNV pertama kali ditemukan di Brazil dan Pantai Amerika Selatan tahun 2003 dan di Indonesia pertama kali terjadi di Situbondo Juli 2006.
  3. Virus ini dapat menyebabkan kematian massal pada udang vaname.
  4. Kualitas air tambak yang tidak stabil dan terjadinya perubahan suhu yang fluktuatif menjadi penyebab utama munculnya IMNV ini.


Gejala Klinis

  1. Udang yang terinfeksi IMNV biasanya akan menepi ke pinggir tambak.
  2. Munculnya warna putih seperti kapas pada otot daging
  3. Nekrosis di pangkal ekor berwarna merah
  4. Kulit terkelupas dan bagian ujung ekor berwarna merah
  5. Nafsu makan dan daya tahan tubuh menurun
  6. Pertumbuhan yang lambat dan terlihat lemah
  7. Kematian 40-60%
  8. Waktu inkubasi 6 hari dan mati dalam 13 hari


Udang yang terinfeksi Infectious Myonecrosis Virus


Diagnosa

  1. Histopathologi (analisa organ secara menyeluruh, min 7 - 10 hari)
  2. Identifikasi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction)


Pengendalian

  1. Pemilihan induk dan bibit yang terbebas dari penyakit untuk meminimalkan resiko
  2. Mengurangi kepadatan penebaran yang dapat memberi lebih banyak ruang untuk hidup udang sehingga dapat mengurangi tingkat stres pada udang.


Penanganan terhadap IMNV

  1. Menstabilkan kualitas air seperti suhu, salinitas dan pH
  2. Pemakaian probiotik dan penggunaan kapur secara rutin di pagi hari
  3. Penurunan pakan 30-40?ri keadaan normal hingga kematian berkurang sampai tidak ada tingkat kematian
  4. Peningkatan kadar oksigen terlarut melalui aerasi
  5. Pemberian multivitamin atau vitamin C untuk meningkatkan daya tahan udang
  6. Penambahan gula molases untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri.