Penyebab
Tetrahymena sp.
Biologi-Ekologi Patogen
- Tetrahymena sp. Merupakan Ciliata yang bersifat fakultatif parasitik pada benih ikan, baik ikan konsumsi maupun ikan hias
- Menginfeksi ikan terutama untuk mencari makanan, karena sifatnya yang histophagous atau pemakan jaringan pada kulit dan sirip ikan
- Parasit ini sangat umum ditemukan pada ikan yang sedang terinfeksi oleh patogen lain (jamur dan bakteri), kondisi kualitas air yang memburuk dan kepadatan ikan yang tinggi
- Parasit ini berbentuk lonjong seperti buah pir, berukuran sekitar 30 x 60 m, berkembang biak melalui pembelahan diri, konjugasi dan beberapa jenis lampu membentuk kista yang menghasilkan tomite antara 2-8 sel baru
- Parasit ini juga sering disebut sebagai penyebab penyakit "tet" pada ikan hias air tawar
Gejala klinis
- Kerusakan dan kematian sel-sel epitel di permukaan tubuh ikan, mengakibatkan sistem osmoregulasi menjadi terganggu (hypo-osmotic), sisik seperti terangkat karena lapisan epidermis digerogoti parasit, dan jaringan epidermis lembek
- Sering pula kumpulan parasit membentuk orbit disekitar mata, sehingga ikan terlihat sangat gelisah, sering melakukan gerakan yang mendadak, cepat dan kurang seimbang. Pada ikan guppy, kematian akibat infeksi parasit ini dapat berlangsung dalam tempo yang relatif pendek yaitu 1-2 hari

Diagnosa
- Preparat ulas: Kulit, sirip dan insang
- Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit

Morfologi Tetrahymena sp. dan ikan yang terinfeksi parasit
Pengendalian
- Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (misalnya vitamin C)
- Meningkatkan frekuensi pergantian air
- Perendaman dengan garam dapur 300 ppm
- Kalium Permanganate (PK) 4 ppm selama 12 jam
- Perendaman dalam larutan Methylene blue pada 2-6 ppm selama 3-5 hari
- Perendaman dalam larutan formalin pada dosis 10-15 ppm selama 24 jam
- Perendaman dalam larutan hloramine-B pada dosis 20 ppm selama 24 jam
- Perendaman dalam larutan Malachite green pada dosis 0,1-0,15 ppm selama 24 jam diulang setiap 2 hari sekali
- Perendaman dalam larutan Kupri Sulfat (CuSO4) pada dosis 0,5-1,0 ppm selama 24 jam atau lebih