Penyakit Oodiniosis

Penyakit Oodiniosis

Penyebab

Piscinoodinium sp.(syn: Oodinium sp.)


Biologi-Ekologi Patogen

  1. Oodinium sp. merupakan ekto-parasit pada ikan konsumsi dan hias air tawar
  2. Infeksi parasit ini bersifat eksplosif dan dapat mematikan ikan dalam tempo beberapa hari
  3. Fase parasitik di tubuh ikan tergantung pada suhu air, pada suhu 25 C selama 6 hari akan mencapai dewasa
  4. Setelah dewasa, parasit melepaskan diri dari inang, berubah menjadi tomont dan membelah diri menjadi gymnospore
  5. Gymnospore adalah stadia infektif yang berenang seperti spiral untuk mencari inang, apabila dalam tempo 15-24 jam tidak menemukan inang, stadia tersebut akan mati
  6. Organ yang menjadi target infeksi meliputi kulit, sirip dan insang



Gejala klinis

  1. Ikan terlihat gelisah, tutup insang mengembang, sirip-sirip terlipat dan cepat kurus. Populasi parasit di kulit mengakibatkan warna keemasan, berkarat atau putih kecoklatan (dekil) sehingga sering disebut "velvet disease"
  2. Ikan sering melakukan gerakan mendadak, cepat dan tak seimbang "flashing" dan akan terlihat jelas pada saat pagi atau sore hari
  3. Menggosok-gosokkan tubuhnya dibenda keras yang ada di sekitarnya dan warna tubuh pucat
  4. Umumnya pada benih ikan hias air tawar (hingga umur 2 minggu) sebagian besar akan mengalami kematian dalam tempo kurang dari satu minggu sejak terinfeksi parasit ini


Diagnosa

  1. Preparat ulas: kulit, sirip dan insang
  2. Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit


Morfologi Oodinium sp. dan ikan yang terinfeksi penyakit


Pengendalian

  1. Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (misalnya vitamin c)
  2. Meningkatkan frekueni pergantian air
  3. Perendaman dengan garam dapur 300 ppm atau
  4. Kalium permanganate (PK) 4 ppm selama 12 jam perendaman dalam larutan Methylene blue pada dosis 2-6 ppm selama 3-5 hari
  5. Perendaman dalam larutan formalin pada dosis 10-15 ppm selama 24 jam atau lebih
  6. Perendaman dalam larutan Acriflavin pada dosis 0,6 pm selama 24 jam dan diulang setiap dua hari sekali
  7. Perendaman dengan larutan Kupri Sulfat (CuSO4) pada dosis 0,5-1,0 ppm selama 24 jam atau lebih