Penyakit Epistyliosis

Penyakit Epistyliosis

Penyebab

Epistylis sp., Scyphidia sp. dan Vorticella sp.


Biologi -Ekologi Patogen

  1. Epitylis sp. dalah ciliata mirip lonceng terbalik, membentuk koloni, memiliki stalk bercabang namun tidak dapat berkonstraksi
  2. Vorticella sp. Mirip lonceng terbalik, berwarna bening atau kekuningan, hidup individual (soliter) memiliki stalk yang dapat berkontraksi
  3. Scyphidia sp. berbentuk seperti vas bunga dan memiliki dua deret cilia
  4. Parasit-parasit tersebut bersifat ekto-komensalis, ikan sebagai tempat menempel
  5. Organ target penempelan antara lain kulit, sirip dan insang ikan
  6. Infeksi parasit ini biasanya terkait dengan perairan yang kaya bahan organik (eutrophic), berasosiasi dengan infeksi bakteri Aeoromonas hydrophila yang sering dimanifestasikan sebagai "red sore disease"



Gejala klinis

  1. Iritasi pada tempat penempelan parasit, sel epitel yang ditempeli parasit juga tidak dapat berfungsi normal
  2. Koloni parasit di insang akan sangat mengganggu aktivitas pernafasan, sehingga ikan terlihat sangat gelisah dan sering melakukan gerakan yang mendadak atau flashing
  3. Pada infeksi lanjut, sering dijumpai luka yang berwarna putih atau pendarahan di sekitar tempat penempelan parasit


Diagnosa

  1. Preparat ulas: kulit, sirip dan insang
  2. Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit


Morfologi Epistylis sp., Scyphidia sp. dan Vorticella sp.


Pengendalian

  1. Manajemen kesehatan ikan secara baik dan benar (persiapan kolam, desinfeksi, menjaga kesehatan, kepadatan, pakan, dan kualitas air terutama mengurangi kadar bahan organik)
  2. Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (misalnya vitamin C)
  3. Meningkatkan frekuensi pergantian air dengan cara perendaman formalin 15 ppm selama 12-24 jam
  4. Peremdaman dengan garam dapur 300 ppm atau kalium permanganate (PK) 4 ppm selama 12 jam