Penyebab
Epistylis sp., Scyphidia sp. dan Vorticella sp.
Biologi -Ekologi Patogen
- Epitylis sp. dalah ciliata mirip lonceng terbalik, membentuk koloni, memiliki stalk bercabang namun tidak dapat berkonstraksi
- Vorticella sp. Mirip lonceng terbalik, berwarna bening atau kekuningan, hidup individual (soliter) memiliki stalk yang dapat berkontraksi
- Scyphidia sp. berbentuk seperti vas bunga dan memiliki dua deret cilia
- Parasit-parasit tersebut bersifat ekto-komensalis, ikan sebagai tempat menempel
- Organ target penempelan antara lain kulit, sirip dan insang ikan
- Infeksi parasit ini biasanya terkait dengan perairan yang kaya bahan organik (eutrophic), berasosiasi dengan infeksi bakteri Aeoromonas hydrophila yang sering dimanifestasikan sebagai "red sore disease"

Gejala klinis
- Iritasi pada tempat penempelan parasit, sel epitel yang ditempeli parasit juga tidak dapat berfungsi normal
- Koloni parasit di insang akan sangat mengganggu aktivitas pernafasan, sehingga ikan terlihat sangat gelisah dan sering melakukan gerakan yang mendadak atau flashing
- Pada infeksi lanjut, sering dijumpai luka yang berwarna putih atau pendarahan di sekitar tempat penempelan parasit
Diagnosa
- Preparat ulas: kulit, sirip dan insang
- Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit

Morfologi Epistylis sp., Scyphidia sp. dan Vorticella sp.
Pengendalian
- Manajemen kesehatan ikan secara baik dan benar (persiapan kolam, desinfeksi, menjaga kesehatan, kepadatan, pakan, dan kualitas air terutama mengurangi kadar bahan organik)
- Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (misalnya vitamin C)
- Meningkatkan frekuensi pergantian air dengan cara perendaman formalin 15 ppm selama 12-24 jam
- Peremdaman dengan garam dapur 300 ppm atau kalium permanganate (PK) 4 ppm selama 12 jam