Penyebab
Ichthyobodo necator (syn. Costia necatrix, C. necator)
Biologi-Ekologi Patogen
- Genus Ichthyobodo hanya memiliki satu jenis, bersifat obligat parasitik, dan hanya memerlukan satu inang dalam siklus hidupnya
- Memiliki sepasang flagella yang panjangnya tidak sama, memanjang secara lateral-posterior dari bagian kantong flagella
- Ekto-parasit yang berbahaya bagi semua jenis ikan air tawar, korbannya adalah ikan ukuran benih dan ikan yang daya tahan tubuhnya menurun (stress). Akhir-akhir ini sering dilaporkan menyerang ikan hias air tawar
- Parasit ini menginfeksi seluruh bagian tubuh ikan termasuk telurnya dan penyebaran dimana-mana
- Berkembang biak dengan cara membelah diri, yang dimulai dari penggandaan flagella menjadi dua pasang, kemudian diikuti dengan pembelahan sel

Gejala klinis
- Pada beberapa jenis ikan, parasit ini biasanya hanya menginfeksi satu kelompok umur, terutama larva-benih
- Intensitas serangan yang tinggi dapat mengakibatkan kematian antara 5-25% selama 4 minggu pertama, kemudian makin menurun sejalan dengan umur ikan
- Ikan sering melakukan gerakan mendadak, cepat dan tak seimbang "flashing" dan akan terlihat jelas pada saat pagi atau sore hari
- Menggosok-gosokkan tubuhnya di benda keras yang ada di sekitarnya dan warna tubuh pucat Diagnosa Preparat ulas: insang Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit
Diagnosa
- Preparat ulas: insang
- Menggunakan mikroskop untuk melihat morfologi parasit

Morfologi Costia sp. dan ikan yang terinfeksi parasit
Pengendalian
- Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (misalnya vitamin c)
- Meningkatkan frekuensi pergantian air
- Perendaman dengan garam dapur 300 ppm atau
- Kalium permaganate (PK) 4 ppm selama 12 jam
- Perendaman dengan larutan Methylene blue pada 2-6 ppm selama 3-5 hari
- Perendaman larutan formalin pada dosis 10-15 ppm selama 24 jam
- Perendaman larutan Chloramine-B pada dosis 20 ppm selama 24 jam
- Perendaman dalam larutan Malachite green pada dosis 0,1-0,15 ppm selama 24 jam diulang setiap 2 hari sekali
- Perendaman dalam larutan Kupri Sulfat (CuSO4) pada dosis 0,5-1,0 ppm selama 24 jam atau lebih