Penyebab
Bakteri dan Protozoa
Biologi - Ekologi Patogen
- WFD atau penyakit kotoran putih pertama kali terdeteksi pada Penaeus Monodon yang dibudidayakan pada perairan dengan salinitas rendah, namun kemudian menyebar ke seluruh wilayah produksi udang di Thailand sehingga sampai saat ini sudah 99?ralih ke budidaya Litopenaeus Vannamei.
- Penyakit ini terjadi karena kualitas air yang buruk dimana tingkat kematian tertinggi terlihat pada kadar oksigen dan alkalinitas yang rendah.
- Indikasi awal WFD ditandai dengan munculnya kotoran berwarna putih (seperti seutas benang) yang mengapung di permukaan air

Gejala klinis
- Perubahan warna kehitaman pada insang yang sebabkan adanya protozoa epibiontik
- Usus berwarna putih khususnya pada pangkal hepatopankreas
- Cangkang longgar dan pengerutan pada hepatopankreas
- Pada tambak terlihat adanya kotoran udang berwarna putih dan memanjang
- Hepatongpankreas pucat atau berwarna putih kebiruan
- Penurunan nafsu makan sehingga menghambat pertumbuhan dan menyababkan kematian kronik
Pengendalian
- Pencegahan terhadap WFD adalah dengan cara :
- Pemberian probiotik untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen
- Menjaga kualitas melalui sistem aerasi
- Mengurangi kepadatan tebar benur
- Pemberian pakan yang tidak berlebihan
- Pengotrolan rutin pH air, alkalinitas, dan kadar DO
- Penempatan kincir air searah jarum jam untuk menciptakan pusaran air
- Pemberian suplemen dan vitamin secukupnya

Udang yang terserang WFD (A) insang menghitam; (B) hepatopankreas berwarna putih kebiruan; (C) kotoran udang berwarna putih dan memanjang
Penanganan terhadap WFD (pengalaman lapangan)
- Penggantian air hingga 25%, kemudian air diisi ke ketinggian semula
- Masukkan larutan saponin 40% ke dalam tambak selama 4 hari
- Udang dipuasakan 1-2 hari, kemudian keesokan harinya diberi pakan 60-70% hingga nafsu makan kembali normal
- Pakan dapat dicampur denga ekstak bawang 5 gr/kg pakan