Infectious Hypodermal And Haematopoietic Necrosis Virus (Ihhnv)

Infectious Hypodermal And Haematopoietic Necrosis Virus (Ihhnv)

Penyebab

Parvovirus, Famili Parvoviridae


Biologi - Ekologi Patogen

  1. IHHNV merupakan virus terkecil dari semua virus udang, dengan genom DNA untai tunggal dan berdiameter kurang lebih 22 nm.
  2. Pada udang rostris, IH bersifat akut sehingga mengakibatkan kematian massal ( lebih dari 90%).
  3. Penyakit ini mengakibatkan laju pertumbuhan udang vaname menjadi lamabt dengan bentuk tubuh yang tidak normal dan cenderung kerdil (Run Deformity Syndrome, RDS)


Udang vannamei yang terinfeksi IHHNV sejak awal, pertumbuhannya tidak seragam  


Gejala klinis

  1. Timbulnya area putih necrotic di daerah tertentu atau meluas pada otot, khususnya pada bagian pinggir sisi perut dan sirip ekor. Kondisi ini dapat menjadi necrotic dan memerah pada beberapa individu udang.
  2. Rostrum bengkok, abdominal segmen 6 mengecil.
  3. Kerusakan jaringan yang disebabkan oleh infeksi IHHNV adalah inclusion intranuclear di sel insang. Infeksi juga terlihat pada sel epitel di bawah kulit (hypodermal) dan organ haematopoietic, antennal gland, gonads, lymphoid organ syaraf dan jaringan ikat.


Udang vannamei yang terinfeksi IHHNV mengalami deformitis pada rostrum (bengkok) 


Diagnosa

  1. Isolasi virus
  2. Identifikasi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction)


Pengendalian

  1. Penebaran benih yang bebas virus, melalui pengecekan PCR.
  2. Air yang akan digunakan untuk pemeliharaan dan reservoir harus sudah diperlakukan dengan 30 ppm kaporit atau krustasid untuk membunuh karier kemudian diaerasi selama satu minggu.
  3. Kontrol kadar oksigen terlarut (DO) pada > 3 ppm.
  4. Hindari pemberian pakan secara berlebihan.
  5. Hindari pemeliharaan udang pada musism bediding (suhu air terlalu rendah).
  6. Hindari pemberian pakan dengan segar.
  7. Apabila terjadi fluktuasi pH (>0,5 unit), berikan kaptan (kalsium karbonat) untuk meningkatkan alkalinitas air dengan dosis hingga 300 kg/Ha